Situasi Umum Kasus HIV/AIDS Kabupaten Buleleng

Buleleng merupakan Kabupaten dengan penduduk terinfeksi HIV nomer dua terbesar di Provinsi Bali. Rata-rata 23 kasus ditemukan tiap bulan pada tahun ini, dan kasus menyebar di setiap kecamatan.se-kabupaten Buleleng.

Jumlah kasus HIV/ADS di Kabupaten Buleleng terus meningkat seiring dengan upaya pencegahan melalui sosialisasi ke masyarakat. Pada tahun ini ditemukan 211 kasus (per September 2010). Sedangkan komulatif kasus HIV/AIDS sampai dengan akhir September 2010 yaitu sebanyak 937 kasus.

Kasus HIV/AIDS pertama kali di Buleleng ditemukan pada tahun 1999, dimana sejak saat itu kasus terus berkembang dari tahun ke tahun. Pada tahun 2005 Pemerintah Kabupaten Buleleng membangun VCT (Voluntary Counseling Testing) di RSUD Singaraja, dengan dibangunnya sarana pelayanan dan komitmen semua pihak komponen peduli AIDS, kasus HIV/AIDS melonjak tinggi menjadi 65 kasus, dan sejak saat itu fenomena gunung es mulai terbukti, kasus HIV semakin berkembang. Pada tahun 2009, konselor profesional yang dilatih semakin banyak , dan pelatihan konselor tersebut ditindak lanjuti dengan dilengkapinya 3 VCT di Puskesmas Sawan I, Puskesmas Gerokgak II, dan Puskesmas Seririt I. Sedangkan konselor profesional yang dilatih, menyebar di tiap Puskesmas se-Kabupaten Buleleng untuk pelayanan konseling serta perujukan ke VCT terdekat.

Pada tahun 2009 rata-rata 13 kasus ditemukan, sedangkan pada tahun 2010 kasus meningkat tajam, dengan rata-rata 23 orang per bulan, juga dilaporkan sampai akhir September 2010 ditemukan 937 kasus HIV/AIDS. Seiring dengan meningkatnya kasus HIV/AIDS  sosialisasi kepada masyarakat umum terus digalakkan, demikian pula pelatihan kepada kader dan komponen peduli AIDS terus dilaksanakan.

Distribusi kasus HIV/AIDS per kecamatan terbesar saat ini adalah di Kecamatan Buleleng (226), sedangkan terendah di Kecamatan Busungbiu (36). Sedangkan Kecamatan Gerokgak (180) yang menempati peringkat ke dua, disusul Kecamatan Sawan (135) di peringkat ke tiga. Dengan dilengkapinya VCT diharapkan dasar dari fenomena gunung es  bisa didapatkan. Klinik IMS (Infeksi Menular Seksual,) juga dibangun pada Puskesmas daerah lokasi populasi kunci sebagai upaya pencegahan. Saat ini ada 3 Puskesmas yang dilengkapi Klinik IMS yaitu Puskesmas Sawan I, Puskesmas Gerokgak II, dan Puskesmas Seririt I.

Sosialisasi bahaya narkoba dan HIV/AIDS dilaksanakan secara rutin, terutama di daerah yang rawan stigma dan diskriminasi. Pada tahun 2009 KPA Kabupaten Buleleng mengadakan sosialisasi pada desa pakraman perkecamatan dengan media kesenian tradisional bondres. Bondres Santi Budaya dilatih sebelumnya agar mampu memberikan informasi yang benar tentang HIV/AIDS.

Pada tahun 2010 sosialisasi HIV/AIDS diadakan di 9 kecamatan se-Kabupaten Buleleng dipimpin langsung oleh Ketua Harian KPA Kabupaten Buleleng.  Pada sosialisasi kecamatan diharapkan stakeholder di desa paham akan bahaya HIV/AIDS, dan mampu menghapus stigma serta diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam menanggulangi AIDS, juga tercermin melalui sosialisasi HIV/AIDS yang diadakan di seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Pemkab Buleleng. Dimana sasaran sosialisasi ini adalah seluruh pejabat, pegawai negeri sipil, karyawan-karyawati instansi bersangkutan.

Sosialisasi dilaksanakan per instansi dan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Buleleng Drs. Made Arga Pynatih, M.Si selaku Ketua Harian KPA Kabupaten Buleleng. Wakil Bupati menghimbau agar seluruh Pegawai paham dan menyebar informasi HIV ini seluas-luasnya. Agar ke depan hari stigma, diskriminasi dan HIV/AIDS sendiri bukan permasalahan lagi di Kabupaten Buleleng

Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Buleleng sudah merambah di semua golongan umur, tercatat dari Balita sampai golongan umur 50-90 tahun. Untuk kasus tertinggi ada pada golongan umur 20-29 tahun (45%). Dalam hal ini KPA Kabupaten Buleleng menyasar kalangan muda dengan membentuk KSPAN (Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba) di SMP dan SMA/SMK se-Kabupaten Buleleng. Beberapa kegiatan yang sudah dilakukan KPA Kabupaten Buleleng dalam mendukung dan memfasilitasi KSPAN diantaranya Jambore KSPAN, Malam Renungan, Hari Anti Narkotika, Hari AIDS Sedunia dan sosialisasi di sekolah KSPAN.

Selain KSPAN, KPA Kabupaten Buleleng menyasar mahasiswa. Dukungan terhadap kegiatan mahasiswa diberikan dalam penanggulangan HIV/AIDS. Diantaranya kegiatan bantuan sosialisasi pada KKN, kegiatan UKM Kesenian Undiksha, sosialisasi HIV/AIDS di universitas, institut dan sekolah tinggi di Kabupaten Buleleng.

Dengan semakin banyaknya komponen peduli AIDS di Kabupaten Buleleng, diharapkan informasi HIV/AIDS semakin luas sehingga bisa memotong rantai penularan HIV.

Dibandingkan perempuan, laki-laki mendominasi kasus HIV/AIDS di Kabupaten Buleleng (67%). Terlihat disini perempuan sebagai dampak yang ditimbulkan oleh HIV/AIDS.

Dari faktor resiko, hubungan seksual merupakan faktor terbesar dalam penularan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Buleleng. Ketika pekerja seks perempuan sebagai faktor penularan atau episentrum, laki-laki sebagai pelanggan yang terinfeksi dari pekerja seks tersebut akan menularkan HIV ke pasangan atau istrinya, dari istri akan menular ke bayi. Beberapa keluarga di Buleleng sudah mengalami hal ini, ketika salah satu anggota keluarga terinfeksi HIV, ternyata ketika dilaksanakan penelusuran dan selanjutnya VCT, sanak famili sudah terpapar HIV.

Gelombang epidemi ini sendiri sebenarnya bisa dicegah dengan pengetahuan informasi HIV/AIDS yang benar. Selain itu dengan kampanye kondom sebagai alat pelindung dalam berhubungan seksual.

Dari gelombang epidemi dimana pekerja seks sebagai episentrum tercatat 177 ibu rumah tangga terinfeksi HIV/AIDS terpapar dari suaminya di Kabupaten Buleleng.


Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s